Larangan shalat saat panas menyengat
حَدَّثَنِي يَحْيَى عَنْ مَالِك عَنْ زَيْدِ
بْنِ أَسْلَمَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ شِدَّةَ الْحَرِّ مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ فَإِذَا اشْتَدَّ الْحَرُّ
فَأَبْرِدُوا عَنْ الصَّلَاةِ وَقَالَ اشْتَكَتْ النَّارُ إِلَى رَبِّهَا فَقَالَتْ
يَا رَبِّ أَكَلَ بَعْضِي بَعْضًا فَأَذِنَ لَهَا بِنَفَسَيْنِ فِي كُلِّ عَامٍ نَفَسٍ
فِي الشِّتَاءِ وَنَفَسٍ فِي الصَّيْفِ
24. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Zaid
bin Aslam dari 'Atho` bin Yasar, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
bersabda: "Sesungguhnya panas yang menyengat itu berasal dari hembusan
Jahannam, maka jika panas menyengat, tundalah shalat hingga teduh." Dan
beliau bersabda: "Neraka mengadu kepada Rabbnya, dan berkata; 'Wahai
Rabbku, sebagian dariku memakan sebagian yang lain' lalu (Allah 'azza wajalla)
mengizinkannya dengan dua nafas pada setiap tahun, satu nafas di musim dingin
dan satu nafas lagi di musim panas."
و حَدَّثَنَا مَالِك عَنْ عَبْدِ اللَّهِ
بْنِ يَزِيدَ مَوْلَى الْأَسْوَدِ بْنِ سُفْيَانَ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ
الرَّحْمَنِ وَعَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ ثَوْبَانَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا اشْتَدَّ الْحَرُّ
فَأَبْرِدُوا عَنْ الصَّلَاةِ فَإِنَّ شِدَّةَ الْحَرِّ مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ وَذَكَرَ
أَنَّ النَّارَ اشْتَكَتْ إِلَى رَبِّهَا فَأَذِنَ لَهَا فِي كُلِّ عَامٍ بِنَفَسَيْنِ
نَفَسٍ فِي الشِّتَاءِ وَنَفَسٍ فِي الصَّيْفِ
25. Telah menceritakan kepadaku Malik dari Abdullah bin Yazid
mantan budak Al Aswad bin Sufyan, dari Abu Salamah bin Abdurrahman, dan dari
Muhammad bin Abdurrahman bin Tsauban dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu
'alaihi wasallam bersabda: "Jika panas telah menyengat, maka tunggulah
shalat hingga teduh, karena terik panas yang menyengat itu berasal dari
hembusan Jahannam, " dan beliau menuturkan, "bahwa neraka mengadu
kepada Rabb-Nya, lalu Allah mengizinkannya dalam setiap tahun dengan dua nafas,
satu nafas di musim dingin dan satu nafas di musim panas."
و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ أَبِي الزِّنَادِ
عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا اشْتَدَّ الْحَرُّ فَأَبْرِدُوا عَنْ الصَّلَاةِ فَإِنَّ شِدَّةَ
الْحَرِّ مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ
26. Perawi menerangkan; dan telah menceritakan kepadaku dari
Malik dari Abu Az Zinad dari Al A'raj dari Abu Hurairah Rasulullah shallallahu
'alaihi wasallam bersabda: "Apabila panas telah menyengat maka tundalah
waktu shalat hingga teduh, karena kerasnya panas berasal dari hembusan
Jahannam."

Tidak ada komentar:
Posting Komentar